KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PERGAULAN BEBAS DAN BAHAYA MEROKOK

  • Catherina Bannepadang Institut Toraja Raya Indonesia
  • Ludia Banne Allo Institut Toraja Raya Indonesia
  • Sri Wahyuni Institut Toraja Raya Indonesia
Keywords: Pergaulan Bebas

Abstract

Masa remaja dimana masa sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan (Gani, 2020). Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Anak remaja sekarang banyak menyalah artikan arti pergaulan bebas yang sebenarnya. Mereka hanya tahu kalau kita bebas melakukan perbuatan apapun itulah yang ada dibenak mereka semua (Indah Sari, Kadek Edy Artana Putra, Kodriyansah, Rilyani, 2022).

Remaja adalah generasi yang paling berpengaruh dalam mewujudkan cita-cita suatu bangsa, sebagai generasi penerus suatu bangsa dan suatu generasi yang diharapkan oleh suatu bangsa bisa merubah keadaan bangsanya menjadi bangsa yang lebih baik (Nadirah, 2017; Anwar et al., 2019).

Kegiatan tahap pelaksanaan dimulai dengan survei lapangan ke SMP Negeri I Sa’dan. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 14 Maret 2025. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah SMPN I Sa’dan. Tanggal  pelaksanaan pada tanggal 24 Maret 2025 Pukul 08.00 Wita sampai pukul 11.00 Wita. Tempat pelaksanaan di SMP Negeri I Sa’dan.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen bersama mahasiswa program studi SI Keperawatan Institut Toraja Raya Indonesia tahun 2025.

Kesimpulan: Pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat. Pergaulan bebas juga dapat didefinisikan sebagai melencengnya pergaulan seseorang dari pergaulan yang benar, pergaulan bebas diidentikan sebagai bentuk dari pergaulan luar batas atau bisa juga disebut pergaulan liar diantaranya melakukan seks bebas, merokok, penggunaan narkoba.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adityaningrum, A. (2021). Counseling About The Impact Of Free Association And Free Sex To Teens In Dunggala Village Gorontalo District : Jurnal Berseri . Di Masa Remaja Itu Juga Adalah Dalam. 135–148.
Erika, K. A. (2014). The Effect Of The Transtheoretical Model Approach Towards The Body Mass Index Of Overweight And Obese Children In Makassar. The Indonesian Biomedical Journal, 6(1), 51. Https://Doi.Org/10.18585/Inabj.V6i1.43
Hayati, N., Sartika, Y., & Hamidah. (2018). Pengaruh Promosi Kesehatan Dengan Modul Terhadap Health Belief Model Dalam Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Wus Di Rw 20 Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Baru Kota Pekanbaru. Jurnal Ibu Dan Anak, 6(1),48–54.

Indah Sari, Kadek Edy Artana Putra, Kodriyansah, Rilyani, R. W. (2022). Penyuluhan Kesehatan Tentang Pergaulan Bebas Indah Sari*,
Kadek Edy Artana Putra, Kodriyansah, Rilyani, Riska Wandini Program Studi Profesi Ners, Universitas Malahayati Korepondensi Penulis: Indah Sari*. Journal Of Public Health Concerns, 2(1), 216–224.
Nadirah, S. (2017). Peranan Pendidikan Dalam Menghindari Pergaulan Bebas Anak Usia Remaja. Musawa: Journal For Gender Studies, 9(2), 309– 351. Https://Doi.Org/10.24239/Msw.V9i2.254
Published
2025-06-16
How to Cite
Bannepadang, C., Banne Allo, L., & Wahyuni, S. (2025). KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PERGAULAN BEBAS DAN BAHAYA MEROKOK. Jurnal Pengabdian Kesehatan Promotif, 4(1), 23-27. Retrieved from https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/276
Section
Artikel