PEMBERIAN OBAT CACING DI TK EMBANG LEMBANG TONDON MATALLO KECAMATAN TONDON KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2025
Abstract
Latar Belakang:
Soil Transmitted Helimnths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, terutama pada masyarakat desa, pinggiran kota ataupun perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi pada negara yang beriklim tropis dan subtropis. Jenis-jenis cacing STH yaitu Ascaris lumnricoides, Trichuris trichiura, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus (cacing tambang), dan Strongiloide stercoralis (cacing benang).
Tujuan:
Membunuh cacing yang ada dalam tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga tumbuh kembang anak secara optimal dan membuat anak menjadi lebih aktif dan sehat.
Metode:
Metode pelaksanaan kegiatan pemberian obat cacing pada anak di TK Embang Lembang Tondon Matallo Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan tahap pertama dimulai dengan survei lapangan ke TK Embang Lembang Tondon Matallo Kecamatan Tondon Kabupaten Toraja Utara pada tanggal 21 Februari 2025. Sebanyak 20 orang anak TK Embang yang mengikuti kegiatan ini.
Hasil:
Perencanaan kegiatan dimulai dengan survey lapangan oleh tim pengabdian. Survey melakukan diskusi dengan kepala taman kanak-kanak megnenai jadwal pelaksanaan kegiatan ini. Hasil diskusi telah ditentukan bahwa akan dilaksanakan kegiatan pemberian obat cacing kepada anak di TK Embang Kabupaten Toraja Utara pada Jumat, 21 Februari 2025. Berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik, semua peserta yaitu sebanyak 20 orang mendapatkan obat cacing.
Kesimpulan:
Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Dosen dan Tenaga Kependidikan Institut Toraja Raya Indonesia pada tanggal 21 Februari 2025 di TK Embang Lembang Tondon Matallo Kecamatan Tondn Kabupaten Toraja Utara Tahun 2025. Pengabdian dalam bentuk pemberian obat cacing kepada anak TK. Hasil kegiatan ini terciptalah inovasi dalam bentuk leaflet dan poster tentang pentingnya pemberian obat cacing pada anak yang akan digunakan sebagai media penyuluhan kedepannya sebelum pemberian obat cacing diberikan kepada sasaran.
Downloads
References
Brozan, R., Dorkenoo, A., Agbo, Y., Halatoko, W., Layibo, Y., & Adjeloh, P. (2018). Impact of community based integrated mass drug admissions on schistosomiasis and soil transmitted helminth prevalence in Togo. PloS Neglected Tropical Diseases, 1-15.
Elmiyanti , N., Mbaloto, F., & Purwaningsih, D. (2022). Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Penyakit Kecacingan di SDN 12 Limran. Jurnal Abdidas, 381-386.
Makani, M. (2022). Pola Pemberian Obat Cacing pada Anak di Wilayah Kalimantan Tengah. Jurnal Borneo Cendekia, 59-65.
Mawaqit, M. (2022). Pola Pemberian Obat Cacing pada Anak di Wilayah Kalimantan Tengah. Jurnal Borneo Cendekia, 59-65.
Meilani, I. L., Mamuroh, L., & Shalahuddin, I. (2023). Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak Usia 1-4 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4073-4080.
Riyadi, E., & Sundari, S. (2020). Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Stimulasi Perkembangan Anak Pra Sekolah Usia 60 - 72 Bulan. Jurnal Ilmu Kebidanan, 59-75.
Syahrir, S., & Aswadi. (2016). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kecacingan pada Anak Siswa SDN Inpres. . Hygiene : Jurnal Kesehatan Lingkungan, 41-48.
Tapiheru, M., & Zain, N. (2021). Prevalensi Infeksi Soil Transmitted Helmith pada Murid SDN 105296 Deli Serdang Sumatera Utara. JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 1-7.
Wagner , J., & Abdel Rahman, S. (2013). Pediatric Pharmacokinesis. Pediatrics In Review Journal, 258-269.
WHO. (2022). Soil Transmitted Helminth Infections. Geneva: World Health Organisation.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.


