Jurnal Pengabdian Kesehatan Promotif https://itri-journal.ac.id/jpkp <p>Jurnal Pengabdian Kesehatan Promotif merupakan media publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmu kesehatan yang dikelola dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja.</p> en-US <h1 class="page_title">Hak Cipta dan Lisensi</h1> <div class="page"> <div class="page"> <p>Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.</p> <h3>Penulis menyatakan bahwa:</h3> <ul> <li class="show">kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;</li> <li class="show">naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;</li> <li class="show">naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;</li> <li class="show">publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;</li> <li class="show">naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;</li> </ul> <h2>Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi</h2> <ul> <li class="show">Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.</li> <li class="show">Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.</li> <li class="show">Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).</li> </ul> <h2>Pernyataan Lisensi <em>Creative Commons </em>CC BY 4.0</h2> <h3>Anda diperbolehkan:</h3> <ul> <li class="show"><strong>Berbagi</strong> — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;</li> <li class="show"><strong>Adaptasi</strong> — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.</li> </ul> <h3>Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.</h3> <ul> <li class="show"><strong>Atribusi</strong> — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.</li> <li class="show"><strong>Tidak ada pembatasan tambahan</strong> — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.</li> </ul> </div> </div> Fri, 26 Jun 2026 00:29:11 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PEMERIKSAAN KESEHATAN LANSIA DI JEMAAT MALANGO’, KLASIS RANTEPAO TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/415 Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan, baik secara fisik maupun psikologis. Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menyebabkan kebutuhan pelayanan kesehatan lansia menjadi semakin penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia adalah melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin dan edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Pemeriksaan kesehatan lansia bertujuan untuk mendeteksi secara dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kesehatan lainnya sehingga dapat dilakukan penanganan lebih awal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Jemaat Malango’, Klasis Rantepao pada tanggal 27 Mei 2026 dengan tujuan meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta membantu mendeteksi dini masalah kesehatan yang dialami lansia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan, pemeriksaan gula darah sederhana, konsultasi kesehatan, serta edukasi pola hidup sehat bagi lansia. Peserta kegiatan terdiri atas lansia dan keluarga lansia yang berada di lingkungan Jemaat Malango’. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia sangat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan dan aktif berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka. Sebagian besar lansia mengalami keluhan seperti nyeri sendi, tekanan darah tinggi, dan kelelahan fisik. Kegiatan ini memberikan manfaat positif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat, khususnya lansia, semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia secara optimal. Herman Tandilimbong, Dynastin Since Pakita, Adriana Mapandin Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/415 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PEMBINAAN POSYANDU ERA BARU DI POSYANDU LEMBANG RANTE UMA KECAMATAN BUNTU PEPASAN TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/416 Posyandu menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar di masyarakat melalui kegiatan pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pelayanan keluarga berencana, pemantauan status gizi, serta edukasi kesehatan. Namun, perkembangan teknologi, perubahan pola hidup masyarakat, serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan mengharuskan Posyandu melakukan transformasi menuju pelayanan yang lebih modern, inovatif, dan terintegrasi. Transformasi tersebut dikenal dengan konsep Posyandu Era Baru. Posyandu Era Baru merupakan pengembangan pelayanan Posyandu dengan pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih luas dan berbasis teknologi. Pelayanan tidak hanya berfokus pada ibu hamil dan balita, tetapi juga mencakup remaja, usia produktif, dan lansia. Selain itu, Posyandu Era Baru menekankan pentingnya digitalisasi pencatatan dan pelaporan, peningkatan kapasitas kader, edukasi kesehatan berbasis multimedia, serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kesehatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Posyandu Lembang Rante Uma, Kecamatan Buntu Pepasan pada tanggal 15 Mei 2026 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta masyarakat mengenai implementasi Posyandu Era Baru. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, pembinaan kader, demonstrasi penggunaan media digital sederhana, pemeriksaan kesehatan dasar, dan diskusi interaktif bersama masyarakat. Sasaran kegiatan terdiri atas kader Posyandu, ibu hamil, ibu balita, remaja, dan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kader Posyandu mampu memahami konsep Posyandu Era Baru dan mulai memahami penggunaan media pencatatan sederhana berbasis digital. Melalui kegiatan ini diharapkan Posyandu Lembang Rante Uma dapat menjadi salah satu contoh Posyandu yang aktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Ludia Banne Allo, Defyanti Dwi Wahyuni Ambali, Herman Tandilimbong Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/416 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENYULUHAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN. 10 BUNTU PEPASAN KABUPATEN TORAJA UTARA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/417 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan tahap pelaksanaan dimulai dengan survei lapangan ke SD Negeri 10 Buntu Pepasan. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 3 Maret 2026. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah SD Negeri. 10 Buntu Pepasan. Taggal Pelaksanaan tanggal 3 Maret 2026 Pukul 08–Selesai, Tempat Pelaksanaan SD Negeri 10 Buntu Pepasan. Hasil:Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen program studi S1 Keperawatan ITRI tahun 2026 Perencanaan kegiatan dimulai dengan survei lapangan oleh tim pengabdian. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 3 Maret 2026. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah SDN. 10 Buntu Pepasan Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Lebih dari itu, usia sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa solusi yang telah disetujui Kepala Sekolah. Kegiatan dimulai pada tanggal 6 Maret 2026 berupa penyuluhan mencuci tangan sekaligus mempraktekkan cara cuci tangan. Penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa Prodi S1 Keperawatan ITRI. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa SDN. 10 Buntu Pepasan mampu melakukan cuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Kesimpulan: Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis prodi oleh Prodi S1 Keperawatan ITRI. SDN. 10 Buntu Pepasan Kabupaten Toraja Utara yang merupakan Desa Binaan Komunitas ITRI. Kegiatan pengabdian berjudul Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar di SDN. 10 Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara Tahun 2026. Valentina Saalino, Ludia Banne Allo, Dhea Pebrianti Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/417 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN PADA WARGA TAMALATE AREA KERJA PUSKESMAS JONGAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/418 Latar Belakang: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan gratis merupakan bentuk intervensi promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Wilayah Kecamatan Tamalate sebagai kawasan padat penduduk di Kota Makassar memerlukan penguatan layanan kesehatan primer yang mudah diakses dan berorientasi pada deteksi dini faktor risiko penyakit. Puskesmas Jongaya menjadi lokasi yang strategis untuk pelaksanaan kegiatan ini. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, serta pemanfaatan layanan Puskesmas secara optimal. Metode: Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Kegiatan meliputi registrasi peserta, anamnesis singkat, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengecekan indeks massa tubuh, pemeriksaan gula darah sewaktu, konsultasi hasil, serta penyuluhan kesehatan dengan bahasa sederhana Hasil: Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari warga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini faktor risiko. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan data awal kondisi kesehatan peserta yang dapat digunakan sebagai dasar edukasi lanjutan dan tindak lanjut rujukan. Kesimpulan: Kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan gratis pada warga Tamalate di Puskesmas Jongaya berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendukung upaya promotif serta preventif di tingkat layanan primer. Kegiatan ini juga memperkuat peran Puskesmas dalam deteksi dini dan edukasi kesehatan masyarakat Irfandi Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/418 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN CIVITAS AKADEMIKA MELALUI EDUKASI DAN SIMULASI PEMADAMAN KEBAKARAN API RINGAN MENGGUNAKAN APAR DI INSTITUT TORAJA RAYA INDONESIA KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/419 Kebakaran merupakan salah satu bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan perguruan tinggi dan dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa. Aktivitas akademik yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik, instalasi listrik, serta bahan mudah terbakar meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila tidak dikelola dengan baik. Risiko tersebut sering diperparah oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan civitas akademika mengenai pencegahan, penanggulangan, serta prosedur keselamatan saat terjadi kebakaran. Selain itu, kemampuan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) masih relatif rendah, padahal APAR merupakan sarana penting untuk mengendalikan kebakaran pada tahap awal. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan edukasi dan simulasi guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan civitas akademika dalam menghadapi risiko kebakaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan survei lapangan dan analisis kebutuhan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026 di Institut Toraja Raya Indonesia. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan civitas akademika terhadap bahaya kebakaran serta mengevaluasi ketersediaan sarana penanggulangan kebakaran, khususnya APAR. Hasil survei menjadi dasar dalam penyusunan materi edukasi dan simulasi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan kampus. Selanjutnya, pada tanggal 23 Mei 2026 dilaksanakan kegiatan edukasi mengenai konsep dasar kebakaran, faktor penyebab kebakaran, klasifikasi kebakaran, jenis dan fungsi APAR, serta prosedur penggunaan APAR sesuai standar keselamatan kerja. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan simulasi penggunaan APAR yang melibatkan partisipasi aktif peserta Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi bahaya kebakaran, faktor penyebab, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya budaya keselamatan kerja di lingkungan kampus. Selain memperoleh pengetahuan teoritis, peserta juga mendapatkan keterampilan praktis dalam melakukan tindakan awal pemadaman kebakaran menggunakan APAR secara tepat dan aman. Kegiatan simulasi memberikan pengalaman langsung yang dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kerja sama antara tim pengabdian dan Institut Toraja Raya Indonesia. Kegiatan edukasi dan simulasi penggunaan APAR memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan civitas akademika terhadap risiko kebakaran. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung terbentuknya budaya keselamatan (safety culture) dan kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan di lingkungan kampus, sehingga risiko kerugian jiwa maupun kerugian material akibat kebakaran dapat diminimalkan. Hardi K, Irfandi Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/419 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DUSUN KALA’PARAN TENTANG PENYAKIT ASAM URAT https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/420 Asam urat (arthritis gout) menjadi salah satu penyakit yang sering ditemukan dalam masyarakat, dibuktikan dari berbagai kasus komplikasi dari penyakit asam urat ini seperti gagal ginjal, batu ginjal dan lain-lain dan mengeluhkan gejala seperti kesemutan linu dan nyeri. Penderita mengalami rasa nyeri berulang pada persendiannya. Nyeri ini dapat menjadi lebih parah hingga sendi membengkak dan kemerahan. Oleh karena itu, penting bagi layanan kesehatan primer dan tenaga medis, khususnya perawat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Asam Urat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Asam urat di Dusun Kala’paran Lembang Tandung Nanggala. Selain itu, hal ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh institusi pendidikan sebagai bentuk kontribusi pada dunia kesehatan. Tahap ini dilakukan melalui sarana edukasi yaitu memberikan pendidikan Kesehatan yang dapat mendorong individu supaya mampu memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pola hidup yang sehat sehingga terhindar dari penyakit Asam Urat. Masyarakat di Dusun Kala’paran Lembang Tandung Nanggala cenderung memiliki gejala penyakit asam urat, hal ini dapat dimungkinkan terjadi oleh pola makan, sehingga dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi putin seperti daging merah, jeroan, dan seafood yang berlebih. Hasil pada kegiatan pengabdian ini bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang penyakit Asam urat. Masyarakat diharapkan menghindari faktor risiko penyakit Asam urat seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tinggi purin, minuman manis, alkohol serta rutin melakukan pemeriksaan Asam urat di Posyandu Lansia atau di Puskesmas terdekat, menjaga pola makan dengan membatasi asupan tinggi purin. Tandi Palette, Jetlin Patahuddin Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/420 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 EDUKASI BULLYING DI SMPN 1 TIKALA TORAJA UTARA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/421 Bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental, prestasi akademik, serta perkembangan sosial peserta didik. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan cara pencegahan bullying menjadi faktor yang mendukung terjadinya perilaku tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bullying serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman di SMPN 1 Tikala, Kabupaten Toraja Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak bagi korban dan pelaku, serta strategi pencegahan dan penanganannya di lingkungan sekolah. Kegiatan diikuti oleh siswa SMPN 1 Tikala dengan antusiasme yang tinggi selama proses edukasi berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bullying dan pentingnya sikap saling menghormati antar teman. Siswa juga menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan perundungan. Dengan demikian, kegiatan edukasi bullying ini dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam menekan kasus bullying di sekolah serta mendukung terciptanya iklim belajar yang positif dan kondusif. Adriana Mapandin, Desi Natalia Tangdiembong Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/421 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 EDUKASI BAHAYA NAPZA DAN PERGAULAN BEBAS PADA SISWA SISWI DI SMPN 1 BUNTU PAPASAN TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/422 Penyalahgunaan Napza dan pergaulan bebas menjadi masalah serius yang mengancam generasi muda saat ini. Remaja yang sedang berada pada masa pencarian jati diri sering kali memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal baru tanpa mempertimbangkan risiko yang bisa terjadi. Kemampuan berpikir kritis yang masih berkembang dan emosional yang belum stabil membuat remaja sangat rentan terpengaruh oleh lingkungan. Untuk itu pentingnya pencegahan untuk dilakukan bagi kalangan remaja. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa SMPN 1 Buntu Pepasan yang sedang berada pada masa awal remaja dan rentan terhadap pengaruh lingkungan. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bahaya dan dampak negatif Napza dan pergaulan bebas. Selain itu, juga merupakan bentuk pengabdian kepada siswa oleh institusi pendidikan sebagai bentuk kontribusi pada dunia kesehatan. Tahap ini dilakukan dengan memberikan edukasi yang dapat mendorong remaja agar mampu memahami tentang pentingnya menghindari penyalahgunaan Napza dan pergaulan bebas. Hasil pada kegiatan pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya Napza dan pergaulan bebas. Penting bagi semua pihak baik keluarga, sekolah, tenaga kesehatan maupun masyarakat untuk memiliki kesadaran dalam menciptakan lingkungan yang sehat, penguatan nilai agama, pendidikan karakter dan mendukung tumbuh kembang remaja secara positif agar remaja memiliki benteng moral dan pengetahuan yang cukup untuk menolak pengaruh negatif dari luar serta menjadi agen perubahan pada lingkungan sekitarnya. Nirta Aprila Paembonan, Tadius Tangrapa’, Cloudia Monika Memey Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/422 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO KABUPATEN TORAJA UTARA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/423 Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dapat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas dan ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia 0–6 bulan. Kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta masih adanya pemberian makanan tambahan sebelum usia enam bulan menjadi salah satu faktor penghambat keberhasilan ASI eksklusif. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Elim Rantepao Kabupaten Toraja Utara pada tanggal 02 April 2026. Metode yang digunakan Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik menyusui yang benar, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah ibu nifas, ibu menyusui, dan keluarga pasien di Rumah Sakit Elim Rantepao. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu menyusui tentang manfaat ASI eksklusif dan teknik menyusui yang benar. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung serta mampu mempraktikkan terkait posisi dan pelekatan menyusui dengan baik. Kesimpulan kegiatan ini adalah penyuluhan pemberian ASI eksklusif mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui sehingga diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.’ Agustina Marna, Junelty Almar, Susan Nofliana Pandey, Afrilia Fransiska Hakul Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/423 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN KESEHATAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DUSUN PANULI LEMBANG SARAMBU https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/425 PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Kemenkes RI, 2011). Tujuan kegiatan memberikan edukasi komprehensif mengenai 10 indikator PHBS. Meningkatkan keterampilan praktis warga dalam teknik mencuci tangan 6 langkah menurut standar WHO dan mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dusun. Metode yang dilakukan dan ditawarkan Melaksanakan penyuluhan interaktif melalui metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi langsung. Hasil dari kegiatan dilaksanakan pada tanggal 02 maret di dusun Panuli (Gedung Gereja). Peserta yang hadir sebanyak 34 orang warga. Berdasarkan diskusi, ditemukan bahwa warga Dusun Panuli telah menerapkan beberapa indikator seperti penggunaan air bersih (mata air pegunungan), namun masih lemah pada indikator "tidak merokok di dalam rumah" dan "pemberantasan jentik nyamuk". Melalui demonstrasi, warga kini mampu mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar untuk memutus rantai penularan kuman.Kendaladalam PKM adalah kondisi cuaca dan jarak rumah warga yang berjauhan menjadi tantangan dalam mengumpulkan peserta secara serentak. Kegiatan penyuluhan ini berhasil meningkatkan atensi warga terhadap pola hidup sehat. Warga berkomitmen untuk mulai memperhatikan kebersihan jamban dan mengurangi paparan asap rokok di dalam ruangan. Yahya Handayani Mangapi, Agustina Marna, Jesi Daneil, Umur Minggu Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/425 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 EDUKASI PENTINGNYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MASYARAKAT DI DI DUSUN BELOA’ LEMBANG TANDUNG NANGGALA, KECAMATAN NANGGALA KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2025 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/427 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran sehingga individu, keluarga, dan masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Penerapan PHBS menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup. Kondisi kesehatan masyarakat masih menghadapi berbagai permasalahan yang erat kaitannya dengan perilaku hidup sehari-hari. Kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun, pengelolaan sampah yang kurang baik, penggunaan air bersih yang tidak optimal, serta kurangnya aktivitas fisik merupakan beberapa contoh perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit menular maupun tidak menular. Selain itu, rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi faktor yang memengaruhi penerapan PHBS. PHBS memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. Melalui penerapan PHBS, masyarakat dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan agar perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat terkait PHBS. Melalui penyuluhan kesehatan, diskusi, dan demonstrasi praktik hidup bersih dan sehat, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya PHBS serta mampu menerapkannya secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatnya kesadaran dan penerapan PHBS, diharapkan derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat dan tercipta lingkungan yang lebih sehat serta produktif. Kegiatan tahap pelaksanaan dimulai dengan survei lapangan yakni di dusun Beloa’, Lembang Tandung Nanggala, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 02 Juni 2026. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan kepala dusun dan kepala lembang. Tanggal pelaksanaan pada tanggal 6 Juni 2026, pukul 09.00 wita sampai pukul 11.00 wita. Tempat pelaksanaan di dusun Beloa’ Lembang Tandung Nanggala, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen program studi Profesi Ners Institut Toraja Raya Indonesia tahun 2026. Program ini berlangsung lancar sesuai dengan rancangan Program dan berakhir tepat waktu. Keberhasilan program ini juga dapat dilihat dari antusiasme masyarakat dusun Beloa’ dalam mendengarkan edukasi tersebut. Olgrid Algarini Allo, Risma Rerung, Soepriany, Sadrak Paba’na Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/427 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 BAHAYA MEMBELI OBAT SECARA BEBAS TANPA RESEP DOKTER DI LEMBANG PONGLU KEC. BUNTU PEPASAN KAB. TORAJA UTARA TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/428 Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang menjadi penentu kualitas hidup masyarakat. Kemudahan akses membeli obat bebas (lingkaran hijau) dan obat bebas terbatas (lingkaran biru) di warung tradisional atau platform digital sering kali memicu perilaku swamedikasi yang tidak rasional. Kegiatan PKM ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai batasan aman dan risiko di balik konsumsi obat bebas. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk Mengidentifikasi dan mengukur tingkat pemahaman awal masyarakat di Dusun Sika Lembang Ponglu mengenai penggolongan jenis obat serta risiko bahaya mengonsumsi obat keras tanpa resep dokter. Program dilaksanakan selama 4 minggu, terhitung mulai minggu pertama sampai dengan minggu terakhir Bulan Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2026 Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, yang terlihat dari rata-rata nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya Melalui simulasi mandiri, masyarakat berhasil mengidentifikasi dan memilah obat-obatan yang disimpan secara salah di rumah mereka (seperti menyimpan antibiotik sisa atau obat yang sudah berubah warna/kedaluwarsa) untuk kemudian dibuang dengan metode yang aman bagi lingkungan. Kesimpulannya, edukasi efektif dalam upaya mencegah masyarakat dalam membeli obat bebas tanpa resep dokter, membantu masyarakat mengetahui bahaya mengkomsumsi obat tanpa resep dokter Yusan Pabebang, Hardi K Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/428 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 GERAKAN MASYARAKAT PEDULI HIPERTENSI MELALUI PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DI DUSUN TONDOK TANGNGA LEMBANG TANDUNG NANGGALA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/429 Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya yang terus meningkat dan sering tidak terdeteksi sejak dini. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaan hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang hipertensi melalui penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan tekanan darah sebagai upaya deteksi dini. Kegiatan dilaksanakan pada hari selasa, 09 Juni 2026 di Dusun Tondok Tangnga, Lembang Tandung, Kecamatan Nanggala dengan sasaran masyarakat usia dewasa dan lanjut usia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai pengertian hipertensi, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, pencegahan, serta penerapan gaya hidup sehat. Selain itu dilakukan pemeriksaan tekanan darah untuk mengidentifikasi masyarakat yang berisiko atau telah mengalami hipertensi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi partisipasi masyarakat dan penilaian peningkatan pemahaman peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi dan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi sehingga diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup sehat serta melakukan deteksi dini secara mandiri. Kegiatan PKM ini dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi serta mendukung upaya pengendalian penyakit tidak menular di tingkat komunitas Junelty Almar, Mirna Silas, Sri ’ Ratih Lempang pagau, Mira, Aidayani Mangesa Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/429 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 IBU HAMIL SEHAT, BAYI SELAMAT: PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN SOSIALISASI BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTEPAO TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/430 Kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan indikator utama tingkat kesejahteraan suatu bangsa. Pemerintah telah menyediakan Buku KIA sebagai instrumen Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sekaligus rekam medis portabel. Namun, terdapat kesenjangan (gap) yang signifikan antara kepemilikan Buku KIA dengan pemanfaatannya secara riil oleh ibu hamil di lapangan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil, mengoptimalkan fungsi Buku KIA, serta melakukan deteksi dini risiko tinggi kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Rantepao. Kegiatan dilaksanakan pada 21 April 2026 di Balai Penyuluh KB Kelurahan Pasele dengan melibatkan 27 partisipan, termasuk 7 ibu hamil yang didampingi oleh keluarga masing-masing. Metode pelaksanaan mengintegrasikan dua pilar utama secara terpadu, yaitu penyuluhan kesehatan komprehensif (bedah Buku KIA dan pengenalan tanda bahaya kehamilan) serta pemeriksaan fisik antenatal secara langsung (pengukuran tekanan darah, berat badan, dan Lingkar Lengan Atas/LILA). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil dan keluarga dalam mengenali 9 tanda bahaya kehamilan. Temuan klinis mengidentifikasi 15% ibu hamil dengan kecenderungan tekanan darah tinggi dan beberapa kasus dengan risiko Kurang Energi Kronis (KEK) berdasarkan ukuran LILA < 23,5 cm. Seluruh data pemeriksaan langsung diintegrasikan ke dalam Buku KIA sebagai rekam medis berjalan. Melalui pendekatan integratif edukasi-klinis ini, program PkM terbukti efektif sebagai strategi preventif hulu untuk mendeteksi dini faktor risiko kehamilan guna mencegah keterlambatan penanganan medis di tingkat komunitas. Defyanti Dwi Wahyuni Ambali, Delviliana Sesa Rante, Rahel Sampe Padang Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/430 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG CARA MENCUCI TANGAN 6 LANGKAH DAN CARA MENGGOSOK GIGI DENGAN BAIK DAN BENAR PADA SISWA KELAS 1 DAN 2 SDN 4 SATAP TANDUNG NANGGALA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/431 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN 4 SATAP Tandung Nanggala Kelas 1 dan 2 dengan tujuan memberikan penyuluhan kesehatan mengenai cara mencuci tangan 6 langkah dan cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, serta penggunaan media edukasi. Peserta kegiatan berjumlah 33 siswa yang mengikuti dengan antusias. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan 80% peserta mampu memahami cara mencuci tangan 6 langkah dan cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Pembahasan menekankan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam membentuk sikap positif dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap kesehatan. Luaran kegiatan berupa laporan pengabdian, dokumentasi, serta peningkatan pemahaman siswa. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan ini berhasil memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan pengetahuan siswa tentang cara mencuci tangan 6 langkah dan cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Catherina Bannepadang, Tandi Palette, Romi Sangisi Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/431 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENYULUHAN MENJAGA KESEHATAN MENTAL PADA IBU RUMAH TANGGA DI DUSUN BO’NE RANDANAN KELURAHAN TALLUNGLIPU KABUPATEN TORAJA UTARA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/433 Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Ibu rumah tangga sering menghadapi berbagai tuntutan dalam mengurus keluarga, mengasuh anak, mengelola keuangan rumah tangga, serta menjalankan peran sosial di masyarakat. Beban yang berlebihan dapat menimbulkan stres, kecemasan, kelelahan emosional, dan menurunkan kualitas hidup apabila tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga tentang pentingnya kesehatan mental, mengenali tanda-tanda stres, serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan manajemen stres untuk menjaga kesejahteraan diri dan keluarga. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui survei lapangan, koordinasi dengan pemerintah setempat, penyuluhan kesehatan, diskusi kelompok, serta demonstrasi teknik relaksasi dan manajemen stres. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan sasaran ibu rumah tangga sebanyak 20 orang. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan mental, faktor penyebab stres, tanda dan gejala gangguan kesehatan mental ringan, serta cara mengelola stres secara mandiri. Peserta juga mampu mempraktikkan teknik relaksasi sederhana yang diajarkan selama kegiatan. Kesimpulan: Kegiatan edukasi kesehatan mental dan manajemen stres pada ibu rumah tangga dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam menjaga kesehatan mental. Luaran kegiatan berupa leaflet dan poster edukasi kesehatan mental yang dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan di masyarakat.. Imelda Lorens, Ervinarto Pawellangi Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/433 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENYULUHAN BAHAYA GADGET PADA ANAK DI SDN 04 SA’DAN https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/437 Penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar mengalami peningkatan yang signifikan seiring perkembangan teknologi di era digital. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan emosional anak, seperti menurunnya kemampuan konsentrasi, meningkatnya perilaku individualisme, kurangnya interaksi sosial, serta ketergantungan terhadap internet dan media digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi tentang dampak negatif gadget serta pentingnya membatasi penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman mengenai dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan serta pentingnya membatasi waktu penggunaan gadget. Selain itu, siswa juga didorong untuk meningkatkan aktivitas sosial dengan bermain bersama teman di lingkungan sekitar, membantu orang tua di rumah, Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap penggunaan gadget yang bijak serta mendukung tumbuh kembang anak yang lebih optimal Metode yang digunakan adalah; pertama, health education yang digunakan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Kedua, Health Prevention Usaha pencegahan suatu penyakit lebih baik dari mengobati suatu penyakit Sasaran kegiatan yaitu sebanyak 60 orang peserta. Adapun peserta yang hadir adalah sebanyak 50 orang. Dalam kegiatan ini peserta tampak antusias mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan. Telah dilakukan kegiatan pengabdian Institut Toraja Raya Indonesia. Kegiatan pengabdian berjudul penyuluhan bahaya gadget pada anak di SDN 04 Sa’dan dilaksanakan selama 1 hari. Regina Reni Ranteallo, Adriana Mapandin, Junelce Ogilvie Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/437 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 EDUKASI PENCEGAHAN DIARE PADA SISWA SISWI DI SDN 5 RANTEPAO TORAJA UTARA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/438 Diare merupakan suatu keadaan peadangan pada mukosa lambung dan usus halus yang mengakibatkan pengeluaran feses yang tidak normal dengan konsistensi lembek, cair, atau berupa air dengan frekuensi yang lebih dari 3 kali sehari. Salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negara berkembang yaitu diare, hampir di seluruh daerah geografis di dunia. Salah satu factor penyebab tigginya angka kejadian diare adalah kurangnya kebersihan diri seperti mencuci tangan dan,mengonsumsi makanan yang tidak bersih. Oleh karena itu, perilaku hidup bersih seharusnya ditanamkan sejak dini saat anak mulai bersekolah. Pendidikan kesehatan yang efektif diharapkan dapat mengubah perilaku siswa/i menuju hidup yang lebih sehat. Hasil yang didapatkan: 1)Siswa mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai upaya pencegahan diare seperti mencuci tangan memakai sabunsebelum makan dan setelah dari tolet 2) Siswa mampu mengetahui penyebab diare, tanda dan gejala diare, serta cara penanganan awal ketika mengalami diare 3)Siswa memahami pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan air minum yang bersih untuk menjaga kesehatan pencernaan 4) Siswa ikut menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah agar terhidar dari penyebaran penyakit diare 5)Siswa mampu mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar Metode yang digunakan adalah; pertama, health education yang digunakan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Kedua, Health Prevention Usaha pencegahan suatu penyakit lebih baik dari mengobati suatu penyakit Sasaran kegiatan yaitu sebanyak 100 orang peserta. Adapun peserta yang hadir adalah sebanyak 75 orang. Dalam kegiatan ini peserta tampak antusias mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan. Telah dilakukan kegiatan pengabdian Institut Toraja Raya Indonesia. Kegiatan pengabdian berjudul Edukasi pencegahan diare pada siswa siswi di SDN 5 Rantepao dilaksanakan selama 1 hari. Regina Reni Ranteallo, Eva Toding, Emi Serang Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/438 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENDAMPINGAN TATA KELOLA PEMBUANGAN SAMPAH YANG AMAN DI SDN NEGERI 1 OROBUA TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/439 Anak usia Sekolah Dasar (SD) merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah penurunan fungsi daya tahan tubuh anak-anak akibat paparan kuman dan kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat serta sanitasi lingkungan pada usia dini. Kegiatan tahap pelaksanaan dimulai dengan survei lapangan ke Sekolah Dasar mitra. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 14 April 2026. Tim pengabdian melakukan diskusi bersama pihak pengelola Sekolah Dasar. Tanggal Pelaksanaan kegiatan adalah tanggal 17 April 2026 mulai jam 08.30 sampai Selesai, bertempat di area Sekolah Dasar. Hasil: Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen tahun 2026. Perencanaan kegiatan dimulai dengan survei lapangan oleh tim pengabdian pada tanggal 14 April 2026. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah. Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat pada usia dini, serta promosi kesehatan sekolah yang hanya terbatas pada kerja bakti berkala. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa edukasi preventif yang telah disetujui pihak Sekolah Dasar. Kegiatan dimulai pada tanggal 17 April 2026 jam 08.30 sampai Selesai berupa pendampingan tata kelola pembuangan sampah yang aman, dan melakukan penyuluhan kesehatan lingkungan di Sekolah Dasar. Kesimpulan: Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Dosen yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan pengabdian berjudul Pendampingan Tata Kelola Pembuangan Sampah yang Aman di Sekolah Dasar Tahun 2026. Maryono Dassi, Hardi K, Irfandi Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/439 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN GRATIS PADA LANSIA DI POSYANDU DESA TALLUNG TONDOK TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/441 Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah Kesehatan akibat proses penuaan. Pemeriksaan Kesehatan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi dini penyakit dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2026 di Posyandu Tallung Tondok, Kecamatan Malua, dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan lansia melalui pemeriksaan kesehatan gratis Metode yang digunakan meliputi registrasi peserta, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, berat badan, tinggi badan, serta penyuluhan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme lansia dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran lansia terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Program ini diharapkan dapat menjadi kegiatan berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan lansia di masyarakat. lisa Mustika Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/441 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 EDUKASI TENTANG DETEKSI DINI HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS DI BO’NE RANDANAN KECAMATAN TALLUNGLIPU KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2026 https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/442 Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Kedua penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita terlambat mendapatkan penanganan. Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung apabila tidak terdeteksi sejak dini. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat di lingkungan Bo’ne Randanan Kelurahan Tallunglipu Kecamatan Tallunglipu. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan edukasi deteksi dini hipertensi dan diabetes mellitus yaitu dengan melakukan penyuluhan atau ceramah dan diskusi. Sebanyak 10 orang yang mengikuti kegiatan ini. Hasil: Perencanaan kegiatan dimulai dengan survey lapangan oleh tim pelaksana PkM. Survey dengan cara melakukan diskusi dengan lurah mengenai kegiatan apa yang akan dilaksanakan dan kapan kegiatan ini dilaksanakan. Hasil diskusi telah ditentukan bahwa akan dilaksanakan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang deteksi dini hipertensi dan diabetes mellitus di Lingkungan Bo’ne Randanan Kelurahan Tallunglipu Kecamatan Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara pada Senin, 01 Juni 2026. Berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik, 85% peserta merasa bahwa penyuluhan ini memberikan dampak positif dalam hal peningkatan pengetahuan tentang bagaimana cara mendeteksi dini kejadian hipertensi dan diabetes mellitus serta apa yang harus segera dilakukan jika terjadi gejala. Maka dari itu, tim pelaksana PkM membuat hasil inovasi berupa poster dan leaflet tentang deteksi dini hipertensi dan diabetes mellitus. Kesimpulan: Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Tim Pelaksana PkM pada tanggal 01 Juni 2026 di Lingkungan Bo’ne Randanan Kelurahan Tallunglipu Kecamatan Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara. Pengabdian dalam bentuk penyuluhan mengenai deteksi dini hipertensi dan diabetes mellitus yang berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat di lingkungan tersebut. Hasil kegiatan ini terciptalah inovasi dalam bentuk leaflet dan poster yang akan digunakan sebagai media penyuluhan. Ervinarto Pawellangi, Imelda Lorens Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/442 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI GEREJA TORAJA JEMAAT RANTEPAO KABUPATEN TORAJA UTARA https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/443 Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui pelayanan Posyandu Lansia di Gereja Toraja Jemaat Rantepao Kabupaten Toraja Utara. Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan, sehingga memerlukan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Rendahnya kesadaran sebagian lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan di lingkungan jemaat. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, serta senam lansia. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta pengurus gereja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebanyak 40 lansia mengikuti kegiatan dengan antusias. Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa lansia memiliki tekanan darah dan kadar gula darah di atas normal sehingga diberikan edukasi dan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kesimpulan kegiatan ini adalah pelayanan Posyandu Lansia mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia mengenai kesehatan serta menjadi sarana deteksi dini terhadap masalah kesehatan yang dialami lansia Dynastin Since Pakita Copyright (c) https://itri-journal.ac.id/jpkp/article/view/443 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000