HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN SCABIES DI DUSUN RANTE LEMBANG SA’DAN ULUSALU KECAMATAN SA’DAN TAHUN 2023
Abstract
Skabies adalah penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan tungau betina Sarcoptes scabiei varieta hominis yang termasuk dalam kelas Arachnida. Penyakit ini paling tinggi terjadi di negara-negara tropis yang merupakan negara endemik penyakit skabies. Prevalensi skabies di seluruh dunia dilaporkan sekitar 300 juta kasus per tahun.
Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Scabies Di Dusun Rante Lembang Lembang Sa’dan Ulusalu Kecamatan Sa’dan
Metode :
Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study, yaitu rancangan penelitian yang pengukuran atau pengamatannya dilakukan secara simultan atau secara bersamaan pada satu saat (sekali waktu) untuk mengetahui adanya Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Scabies Di Dusun Rante Lembang Lembang Sa’dan Ulusalu Kecamatan Sa’dan. Teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 68 responden. Uji analisa data yang digunakan adalah uji chi square.
Hasil :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dimana berdasarkan hasil uji statistic Chi-Square (Fisher Exact Test) diperoleh nilai p=0,011 dan nilai α=0,05. Jadi p<α, yang berarti ada hubungan personal hygiene dengan kejadian scabies di dusun Rante Lembang Lembang Sa’dan Ulusalu Kecamatan Sa’dan. Dan nilai p=0,023 dan nilai α=0,05. Jadi p<α, yang berarti ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian scabies di dusun Rante Lembang Lembang Sa’dan Ulusalu Kecamatan Sa’dan.
Kesimpulan :
Puskesmas yang berada di Kecamatan Sa’dan dapat mengintensifkan program pendidikan kesehatan tentang pentingnya menjaga personal hygiene dan sanitasi lingkungan sebagai salah satu upaya preventif dari kejadian scabies. Ini dapat mencakup penyuluhan individu, kelompok, atau bahkan kampanye pendidikan kesehatan di wilayah tersebut.
Downloads
References
Ariza L., Walter B., Worth C. Brockmann, Weber M.L., & et al. 2002. Investigation of a scabies outbreak in kindergarten in constance germany.Eur J. Clin Microbial Infect Dis (DOI). Diterjemahkan oleh Kusnoputranto, 2006.
Departemen Kesehatan RI, 2007. Pencegahan Penyakit Scabies. Jakarta.
Dirjen P2M & PL, 2008. Kesehatan Lingkungan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Gulo, W, 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta: Grasindo.
Hidayat, A. A. A, 2009. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Surabaya: Salemba Medika.
Kline K., James S. McCarthy, Pearson M, Loukas A., & Hotez P. 2008. Neglected tropical diseases of oceania: review of their prevalence, distribution, and opportunities for control. Plos neglected tropical diseases. Diterjemahkan oleh Entjang, 2009.
Mc Carthy J.S., Kemp D. J., Walton S.P., & Currie B.J. (2004). Scabies: more than just an irritation. Postgrad Med. J. Diterjemahkan oleh Djuanda (2010).
Melton I., Brazin S.A., & Damm S.A. (1978). Skabies in the United States Navy public health briefs.Diterjemahkan oleh Siregar (2007).
Monsel & Chosidou, 2012. Sanitasi Lingkungan. Jakarta : EGC.
Nursalam, 2008. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Perry & Potter (2010). Personal hygiene. Jakarta : EGC.
Riyanto Agus,SKM,M.Kes, 2011. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Bandung: Nuha Medika.
Safitri, 2008. Pengaruh sanitasi dan higiene perorangan terhadap penyakit kulit. Surabaya: PPs Universitas Airlangga.
Saryono, 2011, Kebutuhan Dasar Manusia (KDM),Yogyakarta, Nuha Medika.
Setyaningrum, 2013, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Nuha Medika, Yogyakarta.
Soejadi, 2007. Sistem Pembuangan Air Limbah. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Wartonah, 2007. Kebersihan Kulit dan Sanitasi Lingkungan. Oregon Univ: Covallis.
Baur B., Sarkar J.,Manna N., & Bandyopadhyay L. (2010). The Pattern of Dermatological Disorders among Patients Attending the Skin O.P.D of A Tertiary Care Hospital in Kolkata, India. Journal of Dental and Medical Sciences. Diterjemahkan oleh Wijayakusuma (2011).
Ma’rufi I, Keman S, & Notobroto HB. (2005). Faktor sanitasi lingkungan yang berperan terhadap prevalensi penyakit skabies studi pada santri di pondok pesantren kabupaten Lamongan. Jurnal kesehatan lingkungan 2.
Notobroto(2009), Hubungan kebiasaan mandi dan Berganti pakaian dengan kejadian Skabies di Asrama Pondok Pesantren Islamic Center Sumsel, skripsi UGM
Rahmawati (2010). Hubungan tingkat pengetahuan ibu pemulung tentang personal hygiene dengan kejadian skabies pada balita di tempat pembuangan akhir kota semarang.
Chosidow O. 2006. Scabies. The New England Journal of Medicine. Diterjemahkan oleh Aisyah, 2007 di unduh tanggal 12 April 2023.
Teknik analisis data, 2009, Summary of citing internet sites. Netrain discussion list (online), diakses 01 April 2023,
Webhealthcenter, 2006. Personal hygiene. Di unduh tanggal 15 April 2023.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




