PENGARUH COLD PRESSOR TEST TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KADAR KORTISOL DARAH
Abstract
Cold pressor test (CPT) adalah satu tes yang dapat digunakan untuk mengukur reaktivitas tekanan darah terhadap stimulus dingin eksternal yang telah umum digunakan untuk mengevaluasi reaktivitas kardiovaskular terhadap stres pada subjek normotensi dan hipertensi dimana reaktivitas kardiovaskular dipercaya dapat memprediksi resiko terjadinya hipertensi dikemudian hari dengan melibatkan kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan tekanan darah dengan kadar kortisol terhadap pemberian CPT. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan desain One-Group Pretest - Posttest Design, dengan jumlah subjek sebanyak 42 orang yang berusia sekitar 18-73 tahun dengan cara pengambilan sampel teknik purposive sampling. Penelitian dilakuan di laboratorium Hasanuddin University Medical Research Centre dengan cara memberikan stressor dingin pada lengan dengan merendam kedalam air es dengan suhu 3-5 0C selama 1 menit dan di ambil darah serta mengukur tekanan darah sebelum dan setelah perendaman tangan kiri hingga melewati batas pergelangan. Selanjutnya darah yang diambil diukur kadar kortisolnya dan dibandingkan dengan hasil pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan yang signifikan pada tekanan darah terhadap cold pressor test. Sedangkan pada perubahan tekanan darah dan kadar kortisol terdapat perubahan meskipun tidak signifikan.
Downloads
References
Djaiman, Hastoety S. P., Sihadi, Hapsari & Dwi. (2008). Besarnya Resiko Kegemukan Terhadap Tekanan Darah dan Kadar Gula Rendah. Analisis Lanjut Riskesdas 2007/2008, 29(2):78-84
Goodfriend T. L. & Calhoun D. A. (2004). Resistant Hypertension, Obesity, Sleep Apnea, Aldosteron. Theory and Therapy Hypertension. Journal of American Heart Association, 2004(43):518-524
Kemenkes. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Laporan Nasional 2018:1-384.
Korhonen I. (2006). Blood pressure and heart rate responses in men exposed to arm and leg cold pressor tests and whole-body cold exposure. International Journal of Circumpolar Health 65(2):178–183
Luft F. C. (2004) Geneticism of Essential Hypertension. Journal of American Heart Association, 43(6): 1155-1159
Schwabe L., Haddad L. & Schachinger H. (2008). HPA axis activation by a socially evaluated cold-pressor test. Psychoneuroendocrinology (2008) 33, 890-895
Silverthorn D. U. & Michael J. (2013). Cold Stress and The Cold Pressor Test. Adv Physiol Educ, 37:93-96
Victor R. G. et al. (1986). Effects of The Cold Pressor Test on Muscle Sympathetic Nerve Activity in Humans. Vol 9(5):429-435
Widodo G. G., Nurachmah E. & Budiharto. (2008). Efek Cold Pressor Test Terhadap Pasokan dan Kebutuhan Oksigen Miokard Pada Perokok Aktif di Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 12, No. 1:14-20.
Williams E. (2013). Cold Pressor: Acceptance, Control and Expectations. The Plymouth Student Scientist, 2013, 6, (2):98-119.
Wood D. L., Sheps S. G., Elveback L. R., & Schirger A. (1984). Cold Pressor Test as a Predictor of Hypertension. Vol. 6(3):301-305.
Zhang M. et al. (2013). Factors Associated with Blood Pressure Response to The Cold Pressor Test: The Gensalt Study. American Journal of Hypertension, 26(9):1132-1138.
Zhao Q. et al. (2012). Reproducibility of Blood Pressure Response to The Cold Pressor Test: : The GenSalt Study. American Journal of Epidemiology, 176(Suppl):S91–98.
Zhao Q. et al. (2014). Blood Pressure Responses to Dietary Sodium and Potassium Interventions and The Cold Pressor Test: The GenSalt Replication Study in Rural North China. American Journal of Hypertension, 27(1): 72–80.
Zhao Q. et al. (2015). Blood Pressure Reactivity to The Cold Pressor Test Predicts Hypertension Among Chinese Adults: The GenSalt Study. American Journal Of Hypertension, 28(11):1347-1353.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




