EFEKTIVITAS RANGE OF MOTION PASIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUANG PERAWATAN RSUD LAKIPADADA
Abstract
Stroke adalah salah satu penyakit Neurologi yang dapat menyebabkan kelemahan pada sebagian atau seluruh anggota Ekstremitas, Kelemahan otot pada penderita stroke akan mempengaruhi kontraksi otot. Kontraksi otot dikarenakan berkurangnya suplay darah ke otak, sehingga menghambat syaraf-syaraf utama otak dan medulla spinalis. Terhambatnya oksigen dan nutrisi ke otak menimbulkan masalah kesehatan yang serius karena bisa menimbulkan hemiparese bahkan kematian. Kekuatan otot mengacu pada kemampuan otot menahan beban, baik eksternal maupun internal. Kekuatan otot biasanya dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Latihan Range Of Motion (ROM) pasif bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot pasien stroke. Untuk mengetahui efektivitas Range Of Motion (ROM) pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke di ruang perawatanRSUD Lakipadada.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pre test-post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 32 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikannya intervensi Range Of Motion (ROM) dibuktikan dengan uji Wilcoxon didapatkan hasil p value = 0,00 (p< 0,05). Hal ini membuktikan bahwa efektivitas ROM pasif meningkatkan kekuatan otot pada Pasien Stroke Di Ruang perawatanRSUD Lakipadada.
Peneliti selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan waktu pelaksanaan penelitian yang relatif lebih panjang sehingga memungkinkan untuk memperbanyak sampel.
Downloads
References
Adolfus & Charles. (2019). Efektifitas Range Of Motion (Rom) Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke. Αγαη, 8(5), 55.
Agusrianto, A., & Rantesigi, N. (2020). Application Of Passive Range Of Motion (ROM) Exercises To Increase The Strength Of The Limb Muscles In Patients With Stroke Cases. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 2(2), 61–66. Https://Doi.Org/10.36590/Jika.V2i2.48
Anggriani, & Sulaiman. (2020). Pengaruh Range Of Motion Terhadap Pasien Gangguan Stroke Di Rumah Sakit Siti Hajar. Prossiding Seminar Hasil Penelitian, 120–126.
Bella, C., Inayati, A., & Immawati, I. (2021). Penerapan Range Of Motion (Rom) Pasif Untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Kota Metro. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 216-222.
Claudia, A. (2021). Pengaruh ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Pasca Stroke. In Paper Knowledge . Toward A Media History Of Documents.
Daulay, N. M., & Hidayah, A. (2021). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Kekuatan Otot Dan Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 6(1), 22. Https://Doi.Org/10.51933/Health.V6i1.395
Dwiyani¹, B. A., & Astrid, M. (2021). Hubungan Antara Karakteristik, Jenis Stroke, Dukungan Keluarga Dan Kualitas Hidup Pasien Stroke Di Rs Uki Jakarta. Jurnal Keperawatan I CARE, 2(2).
Karlina, N., Fadila, E., & Nurpuji Khairiyah, F. (2023). Literature Riview: Efektifitas Range Of Motion (Rom) Aktif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Penderita Stroke. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 1(3), 81–88. Https://Jurnal.Stikes-Ibnusina.Ac.Id/Index.Php/Jumkes/Article/View/60
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018). Laporan Nasional RISKESDAS (2018). KementrianKesehatanri,1–582. Https://Dinkes.Kalbarprov.Go.Id/Wpcontent/Uploads/2019/03/Laporanriskesdas-2018- Nasional.Pdf
Kudadiri, F., Padang, L., Kalbariati, S., & Ferdiansyah, R. S. (2024). Efektivitas Rom (Range Of Motion) Aktif Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Iskemik. 6, 1355–1362.
Kusuma, A. S., & Sara, O. (2020). Penerapan Prosedur Latihan ROM Pasing Sedini Mungkin Pada Pasien Stroke Non Hemoragik. Jurnal Ilmian Indonesia, 5(10), 274–282.
Lewis. (2020). Efektivitas Latihan Range Of Motion Terhadap Gangguan Otot Pada Pasien Stroke Di Lingkungan. Juornal Economic And Strategy (JES), 1(1), 1–10.
Mendis S, Davis S, Norrving B. Organizational Update: The World Health Organization Global Status Report On Noncommunicable Diseases 2014; One More Landmark Step In The Combat Against Stroke And Vascular Disease. Stroke. 2015;46(5):E121–2.
Martono, M., Darmawan, R. E., & Anggraeni, D. N. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stroke Pada Usia Produktif. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(1).
Masduki, Y. (2023). Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Jenis Stroke Di IGD RSPON Jakarta (Doctoral Dissertation, Universitas Binawan).
Notoatmodjo. (2018). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Purba, S. D., Sidiq, B., Purba, I. K., Hutapea, E., Silalahi, K. L., Sucahyo, D., & Dian, D. (2022). Efektivitas ROM (Range Of Motion) Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Royal Prima Tahun 2021. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 7(1), 79. Https://Doi.Org/10.30829/Jumantik.V7i1.10952
Riskesdas. (2018). Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI Tahun 2018
RSUD Lakipadada. 2024 Laporan Rekam Medik Pada Pasien Stroke Di RSUD Lakipadada Bulan Maret-Mei 2024.
Selatan DKS. Profil Kesehatan Sulawesi Selatan 2015. Diperoleh Dari Http//Dinkes-Sulsel Go Id/New/Images/Pdf/Profil/Profil% 20kesehatan% 20sulsel. 2015;20(2008):20.
SKI. 2023. Survei Kesehatan Indonesia Tentang Prevalensi Stroke Di Indonesia Tahun 2023.
Sofyan, A. M., Sihombing, I. Y., & Hamra, Y. (2012). Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Dan Hipertensi Dengan Kejadian Stroke. Medula: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, 1(1), 152226.
Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta
Syahrim, Ulfah Azhar, M., & Risnah, R. (2019). Efektifitas Latihan ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke: Study Systematic Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 2(3), 186–191. Https://Doi.Org/10.56338/Mppki.V2i3.805
Triutami. (2022). Intervensi Pengaruh Range Of Motion Pasif Terhadap Kekuatan Otot Ektremitas Atas Dan Bawag Pada Penderita Stroke.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




