GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MANFAAT MINUM OBAT CACING SECARA BERKALA DI DUSUN LEMPO KECAMATAN SESEAN SULOARA’ KABUPATEN TORAJA UTARA
Abstract
Kecacingan adalah infeksi cacing parasit usus dari golongan
Nematoda usus yang ditularkan melalui tanah, atau disebut Soil
Transmitted Helminths (STH). Soil Transmitted Helminths (STH)
yang sering ditemukan pada manusia adalah Ascaris lumbricoides,
Necator americanus Ancylostoma duodenale, Trichuris trichiura,
dan Strongiloides stercoralis, Enterobius vermicularis. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu
tentang Manfaat Minum Obat Cacing Secara Berkala di Dusun
Lempo Kecamatan Sesean Suloara’ Kabupaten Toraja Utara
Tahun 2024.
Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita di dusun
Lempo dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive
sampling. Jumlah populasi sebanyak 105 responden. Besarnya
sampel sebanyak 80 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan
pengetahuan baik tentang manfaat minum obat cacing secara berkala
sebanyak 47 orang (58,8%) dan responden dengan pengetahuan kurang
ntang manfaat minum obat cacing secara berkala sebanyak 33 orang
(41,2%).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah mayoritas responen
memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat minum obat
cacing secara berkala. Disarankan bagi tenaga kesehatan agar lebih
mengoptimalkan upaya preventif dan promotif pada pelaksanaan
kegiatan di wilayah kerja puskesmas Lempo khususnya tentang
pentingnya pemberian obat cacing secara berkala pada balita
Downloads
References
Pengunaan Obat Cacing pada Anak Secara Berkala di Lingkungan III, IV,
dan VI Kelurahan Babura Sunggal Kecamatan Medan Sunggal. Jurnal
Poltekkes Medan, 1-8.
Kemenkes RI. (2023). Kemenkes Minta Masyarakat Untuk Waspadai Sejumlah
Penyakit Tropis Ini.
Kurniasih, D. A. (2023). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan
Obat Cacing Pada Anak. Jurnal Farmasi, Kesehatan dan Sains, 51-29.
Mawaqit, M. (2022). Pola pemberian obat cacing pada anak di wilayah
Kalimantan Tengah. Jurnal Borneo Cendekia, 59-65.
Meilani, I. L. (2023). Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing pada
Anak Usia 1-4 tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini,
4073-4080.
Author /LPPM : Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif
Pengetahuan Ibu, Manfaat Minum Obat Cacing 9
Puskesmas Lempo. (2024). Data Sekunder : Jumlah Anak Usia Balita dan
Kejadian Kecacingan. Kabupaten Toraja Utara: Puskesmas Lempo.
Riyadi, S., & Sundari, S. (2020). Tingkat pengetahuan orang tua tentang
penggunaan obat cacing dengan stimulasi perkembangan anak pra balita
usia 60-72 bulan. Jurnal Ilmu Kebidanan, 59-75.
Subair, H., & Hidayanti, H. (2021). Gambaran Kejadian Kecacingan pada Anak
Usia SD di Kota Makassar. Jurnal FKM Universitas Hasanuddin, 11-17.
Syahrir, S., & Aswadi. (2021). Faktor yang berhubungn dengan kejadian
kecacingan pada siswa SDN Inpres. Hygiene : Jurnal Kesehatan
Lingkungan, 41-48.
Wagner, J., & Rahman, A. (2023). Pediatric Pharmacokinetics. Pediatrics in
review. Journal of Pediatric, 258-269.
Waris, L., Rahayu, N., & Indriyati, L. (2022). Risiko Kecacingan Pada Anak
Balita Dasar di Pedesaan Daerah Perbatasan Kabupaten Nunukan.
Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 13-19.
Wintoko. (2020). Parasitologi : Berbagai penyakit yang mempengaruhi kesehatan
manusia. Bandung: Widya Ceamra.
World Health Organization. (2023). Soil-transmitted helminth infections.
Yohana, & Afsahyana. (2022). Gambaran Profil Penyakit Taeniasus d Kabupaten
Toraja Utara. Miracle Journal of Public Health, 79-87.
Zalukhu, E. (2021). Gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian obat cacing
pada anak usia balita di desa lololakha kecamatan gunungsitoli selatan
kota gunungsitoli. Jurnal Poltekkes Medan, 45-53.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




