HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI DUSUN PANGKUNG BATU, LEMBANG PANGKUNG BATU TAHUN 2026
Keywords:
Pengetahuan Ibu, Status Ekonomi Keluarga, Status Gizi Anak
Abstract
Status gizi anak merupakan indikator utama dalam menilai kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan individu sehingga mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia dimasa yang akan datang. Status gizi balita tergantung pada asupan gizi, tingkat pengetahuan ibu, tingkat ekonomi keluarga, pendidikan ibu, pola asuh dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan status ekonomi keluarga dengan status gizi anak balita di Dusun Pangkung Batu, Lembang Pangkung Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 56 responden, dengan menggunakan Teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan ibu dan status ekonomi keluarga, serta pengukuran antropometri untuk menilai status gizi anak balita berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memeiliki pengetahuan baik (55,4%), Sebagian besar keluarga berada dalam kategori ekonomi sedang (37,5%), dan Sebagian besar anak balita berada dalam kategori gizi gemuk (35,7%). Kesimpulan pada penelitian ini, berdasarkan analisa Chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak balita dengan nilai p=0.049 (p<0,05), serta ada hubungan status ekonomi keluarga dengan status gizi pada anak balita dengan nilai p=0.000 (p<0,05).Downloads
Download data is not yet available.
References
Asmawanti-S., dkk. (2022). Stunting sebagai masalah gizi kronis. Jakarta: Kemenkes RI.
Casando, A., dkk. (2022). Hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 7(2), 105–112.
Gita Ayuningtyas, dkk. (2021). Pengaruh pengetahuan ibu tentang gizi terhadap status gizi balita. Jurnal Gizi Kesehatan, 9(1), 65–72.
Irianto, K. (2014). Gizi dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Johanes, M. (2011). Hubungan pendapatan keluarga dengan pemenuhan kebutuhan gizi balita. Jurnal Ekonomi dan Kesehatan, 4(1), 23–31.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Nasional Status Gizi Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Kominfo. (2019). Dampak kekurangan gizi pada masa kanak-kanak. Diakses dari https://kominfo.go.id
Mega Saputri, & Parmi. (2023). Penelitian mengenai pentingnya gizi anak dalam masa pertumbuhan. Jurnal Gizi & Tumbuh Kembang Anak, 11(1), 45–53.
Astuti, I. (2016). Pengaruh Status Ekonomi Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10(1), 25–32.
Fatmawaty, R. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Gizi dengan Status Gizi Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 112–118.
Gustina, R., Hasanah, U., & Rahmawati, N. (2022). Pengaruh Pendapatan Keluarga terhadap Konsumsi Pangan Bergizi pada Balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 55–63.
Kasingku, R. A., & Mantow, A. (2022). Klasifikasi Status Sosial Ekonomi Berdasarkan Pendapatan Rumah Tangga. Jurnal Sosial Ekonomi, 14(3), 201–210.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Rorong, R. N. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Gizi Anak Usia 1-5 Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 87–92.
Sindar, A., Kandou, G. D., & Roring, R. S. (2019). Hubungan Status Ekonomi dengan Status Gizi Balita di Wilayah Pineleng Kabupaten Minahasa. Jurnal Ilmiah Bidan, 7(2), 55–61.
Supariasa, D. N. (2019). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Susilowati, T. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Status Gizi Anak Balita. Jurnal Gizi Indonesia, 5(1), 23–28.
Ulfa, S. (2016). Pengaruh Faktor Ekonomi terhadap Kualitas Hidup Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Wahyuni, S. (2018). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Waryana. (2016). Gizi Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika
Djaali. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Sjaali. (2020). Pengantar Statistik dan Metodologi Penelitian. Jakarta: Prenada Media.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Casando, A., dkk. (2022). Hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 7(2), 105–112.
Gita Ayuningtyas, dkk. (2021). Pengaruh pengetahuan ibu tentang gizi terhadap status gizi balita. Jurnal Gizi Kesehatan, 9(1), 65–72.
Irianto, K. (2014). Gizi dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.
Johanes, M. (2011). Hubungan pendapatan keluarga dengan pemenuhan kebutuhan gizi balita. Jurnal Ekonomi dan Kesehatan, 4(1), 23–31.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Nasional Status Gizi Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Kominfo. (2019). Dampak kekurangan gizi pada masa kanak-kanak. Diakses dari https://kominfo.go.id
Mega Saputri, & Parmi. (2023). Penelitian mengenai pentingnya gizi anak dalam masa pertumbuhan. Jurnal Gizi & Tumbuh Kembang Anak, 11(1), 45–53.
Astuti, I. (2016). Pengaruh Status Ekonomi Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10(1), 25–32.
Fatmawaty, R. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Gizi dengan Status Gizi Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 112–118.
Gustina, R., Hasanah, U., & Rahmawati, N. (2022). Pengaruh Pendapatan Keluarga terhadap Konsumsi Pangan Bergizi pada Balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 55–63.
Kasingku, R. A., & Mantow, A. (2022). Klasifikasi Status Sosial Ekonomi Berdasarkan Pendapatan Rumah Tangga. Jurnal Sosial Ekonomi, 14(3), 201–210.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Rorong, R. N. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Gizi Anak Usia 1-5 Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 87–92.
Sindar, A., Kandou, G. D., & Roring, R. S. (2019). Hubungan Status Ekonomi dengan Status Gizi Balita di Wilayah Pineleng Kabupaten Minahasa. Jurnal Ilmiah Bidan, 7(2), 55–61.
Supariasa, D. N. (2019). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Susilowati, T. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Status Gizi Anak Balita. Jurnal Gizi Indonesia, 5(1), 23–28.
Ulfa, S. (2016). Pengaruh Faktor Ekonomi terhadap Kualitas Hidup Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Wahyuni, S. (2018). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Waryana. (2016). Gizi Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika
Djaali. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Sjaali. (2020). Pengantar Statistik dan Metodologi Penelitian. Jakarta: Prenada Media.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Published
2026-06-19
How to Cite
Reni Ranteallo, R., Handayani Mangapi, Y., & Susanti Randalembang, O. (2026). HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI DUSUN PANGKUNG BATU, LEMBANG PANGKUNG BATU TAHUN 2026 . Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 10(2), 128-141. Retrieved from https://itri-journal.ac.id/jikp/article/view/398
Section
Artikel
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




