HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN STUNTING DI LEMBANG RANTE KECEMATAN NANGALA KABUPATEN TORAJA UTARA

  • Defyanti Dwi Wahyuni Ambali
  • Ludia Banne Allo
  • Marta Pince
Keywords: Pencegahan Stunting, Pengetahuan dan Sikap Keluarga

Abstract

Stunting atau pendek didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada bayi (0- 11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal lahir, tetapi stunting akan nampak sampai anak berusia 2 tahun. Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan . Masalah kesehatan yang dialami oleh balita di dunia saat ini salah satunya adalah Stunting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga Dengan Pencegahan Stunting di Lembang Rante Kecamatan Nanggala Kabupaten Toraja Utara Tahun 2021

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 35 responden yaitu ibu yang memiliki baduta usia 12-24.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pencegahan stunting di Lembang Rante Kecamatan nanggala terdapat nilai p= 0,042. Penelitian pada sikap tidak terdapat adanya  hubungan sikap keluarga dengan pencegahan srtunting di Lembang Rante Kecmatan Nanggala Kabupaten Toraja Utara dengan nilai p=0,350.

Saran dari penelitian ini agar masyarakat aktif dalam mengikuti program PIS-PK yang dilakukan oleh perawat atau Puskesmas Nanggala/ Posyandu Rante untuk mencegah dan memberikan penatalaksanaan stunting dengan memanfaatkan informasi dari profil kesehatan masyarakat dan di harapkan bagi puskesmas agar dapat menyediakan media berisi informasi mengenai tatalaksana pencegahan stunting di ruang pemeriksaan  pada saat posyandu supaya dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga sehingga dapat saling mengingatkan satu sama lain.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anisa, Paramitha., (2012). “Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25 – 60 Bulan Di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012”.
Ambarwati, F.R.,Nasution, N. (2012). “Buku pintar asuhan keperawatan kesehatan jiwa”. Yogyakarta: Cakrawala Ilmu.
Arikunto, Suharsimi. (2011). “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek”, Edisi Revisi V, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Astarini, Nasoetion A dan Dwiriani CM. (2015). “Hubungan Karakteristik Keluarga, Pola Pengasuhan dan Kejadian Stunting Anak Usia 6-12 Bulan”. Vol 29 (2): 40-6
Azwar, S. (2015). “Sikap Manusia teori dan Pengukurannya”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fikawati, Sandra, dkk. (2017). “Gizi Ibu dan Bayi”. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Fitri. (2012). “Berat Lahir Sebagai Faktor Dominan Terjadinya Stunting pada Balita (12 – 59 bulan) di Sumatera (Analisis Data Riskesdas 2010) (Thesis)”. Depok: FKM UI.
Hidayat. (2014). “Kerangka Konsep Dan Hepotesis Penelitian”. Jakarta: Salemba Medika
KEMENKES RI. (2018). ini penyebab Stunting pada anak. Retrieved from http://www.depkes.go.id/article/view/18052800006/ini-penyebabstunting-pada-anak.html
Kusharisupeni. (2017). “Gizi dalam daur kehidupan (prinsip-prinsip dasar)”. Dalam Depertemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, FKM UI, editor. Gizi dan kesehatan masyarakat. Edisi Revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada; 2017: h.149-168.
Margono. (2014). “Metodologi Penelitian Pendidikan”, Jakarta :Rineka Cipta.

Mubarak, Chayatin. (2019). “Promosi Kesehatan : Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan”.Yogyakarta: Graha Ilmu
Neldawati, (2016). “Hubungan Pola Pemberian Makanan pada Anak dan Karakteristik Lain dengan Status Gizi di Laboratorium Gizi Masyarakat Puslitbang Gizi dan Makanan (P3GM) (Analisis Data Sekunder Data Balita Gizi Buruk Tahun 2015)”. Depok: FKM UI.
Notoatmodjo. (2013). “Pendidikan dan Perilaku Kesehatan”. Jakarta: Rineka Cipta; 2013
Notoatmodjo. (2014). “Pendidikan dan Perilaku Kesehatan”. Jakarta: Rineka Cipta; 2014
Notoatmodjo. (2014). “ Ilmu Perilaku Kesehatan”. Jakarta:Rineka Cipta.
Oktavia R., 2019. “Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi baduta di Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2011”, Skripsi
Polit dan Beck. (2012). “Essential of Nursing Research : Appraising Evidence For Nursing Practice”. Wolters kluwer.
Ramayulis, Rita. dkk. (2018). “Stop Stunting Dengan Konseling”. Jakarta Timur: Penebar Swadaya Grup.
RISKESDAS. (2019). Penyakit yang ditularkan melalui udara. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, (Penyakit Menular), 103. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
Sihadi, Djaiman SPH. (2011). “Faktor Risiko Untuk Mencegah Stunted Berdasarkan Perubahan Status Panjang/Tinggi Badan Anak Usia 6-11 Bulan Ke Usia 3- 4 Tahun”. Buletin Penelitian Kesehatan.
Unicef. (2013). “Improving child nutrition, the achievable imperative for global progress”. New York: United Nations Children’s Fund.
Walgito, B. (2013). “Pengantar Psikologi Umum”. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

WHO Conceptual Framework. (2013). Childhood Stunting: Context, Causes and Consequences.
Yimer, G. (2015). “Malnutrition Among Children in Southern Ethiopia: Levels and Risk Factors”. Ethiop. J. Health Dev, 14(3): 283-292. Diakses pada 13 Mei 2021 dari www.ejhd.uib.no
Published
2022-06-06
How to Cite
Dwi Wahyuni Ambali, D., Banne Allo, L., & Pince, M. (2022). HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN STUNTING DI LEMBANG RANTE KECEMATAN NANGALA KABUPATEN TORAJA UTARA. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 6(2), 134-150. https://doi.org/10.56437/jikp.v6i2.66
Section
Artikel