HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA PENDERITA TBC DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TBC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BITTUANG KAB. TANA TORAJA
Abstract
Tuberkulosis paru (TB paru) penyakit infeksi menular yang paling umum memengaruhi paru-paru. Penyakit ini dapat ditularkan melalui droplet dari tenggorokan dan paru-paru orang dengan penyakit pernapasan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Keluarga Penderita TBC Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Penyakit TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas Bittuang Kab. Tana Toraja Tahun 2021.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2021. Desain penelitian ini adalah penelitian Survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang merupakan pendekatan dimana pengambilan data variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan, dengan jumlah sampel 31 responden.
Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden perempuan 21 (67,7%) pekerjaan IRT 13 (41,9%), pendidikan mayoritas SD 11 (35,5%), pengetahuan mayoritas rendah 19 (61,3%) dan perilaku pencegahan penularan penyakit TBC mayoritas kurang 21 (67,7%). Setelah dilakukan uji statistik menggunakan uji Chi squareTest, dengan nilai Fisher’s Exact Test didapatkan Hubungan Pengetahuan Keluarga Penderita TBC Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Penyakit TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas Bittuang Kab. Tana Toraja Tahun 2021 dengan nilai p-value 0,019 (p<0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah perawat mempunyai peranan penting dalam penatalaksanan dan proses penangan TB paru pada pasien yang di wilayah kerja puskesmas Bittuang dengan mengikutsertakan keluarga dalam penanganannya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penyuluhan mengenai penyakit TBC secara umum pada pasien dan keluarga yang berada di wilayah kerja puskesmas Bittuang, serta penelitian lanjut terkait faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan penyakit TBC di komunitas. misalnya faktor motivasi keluarga, pekerjaan keluarga, serta sosial ekonomi keluarga. Saran dalam peneilitian ini adalah hendaknya senantiasa meningkatkan pengetahuan keluarga penderita TBC dan penderita itu sendiri dengan mengikutsertakan mereka dalam program pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan sebagainya, khususnya pelatihan mengenai pencegahan penularan penyakit TBC di lingkungan keluarga
Downloads
References
Andriani, D., Sukardin, Ramli, R., & Ilmi, N. (2020). Pengetahuan dan Sikap Keluarga Dengan Pencegahan Penularan Penyakit Tuberculosis (TBC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Penana’e Kota Bima. Bima: Indonesian Nursing Scientific Journal.
Ardiansyah, M. (2012). Keperawatanmedikal bedah. Yogyakarta: DIVA Press.
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Astadi Pangarso. (2016). Buku Ajar Perilaku Organisasi. Deepublish.
Effendi, N. (2011). Tingkatan Pengetahuan. Jakarta: Salemba Medika.
Hidayat. (2011). Apa Itu Tuberkulosis (TBC). Jakarta.
Kemenkes, R. (2015). Tuberkulosis: Temukan, Obati Sampai Sembuh. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kurniasih, D. N., & Widianingsih, C. (2013). Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Penularan Tb Pada Penderita Tb Paru Di Poli Paru Rumah Sakit Prof. Dr.Sulianti Saroso. Jakarta: The Indonesian Journal of Infectious Disease.
Manurung, S. (2013). Gangguan Sistem Pernafasan Akibat Infeksi. Jakarta: CV Trans Info Media.
Mubarok, W. I. (2011). Promosi Kesehatan : Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Jakarta: Salemba Medika.
Notoadmojo. (2011). Promosi Kesehatan dan Prilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nurarif, H. A., & Kusuma, H. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan BerdasarkanDiagnosa Medis & NANDA (North American Nursing Diagnosis Association) NIC-NOC. Mediaction Publishing.
Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis Edisi.4. Jakarta: Salemba Medika.
Padilla. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.
Polit, D. (2012). Nursing Research. Philadelphia Lippincott: Williams & Wilkins.
Price, S., & Wilson, L. (2014). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.Edisi VI. Jakarta : EGC.
Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,.
Rizki Febriansyah. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Dengan Upaya Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Pada Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Nguter Sukoharjo. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rusdin Nawi. (2017). Perilaku Kebijakan Organisasi. Bandung: Eksis Media Grafisindo.
Sari, R. M. (2013). Hubungan Antara Karakteristik Kontak dengan Adanya Gejala TB pada Kontak Penderita TB Paru BTA+. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2 No 2, 280,283.
Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Somantri, I. (2012). Keperawatan medikal bedah : Asuhan Keperawatan pada pasien gangguan sistem pernafasan. Jakarta: Salemba Medika.
Sumantri, A. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Prenada Media Group.
Sunaryo. (2016). Psikologiuntuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Wahid, A., & Suprapto, I. (2013). Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Sistem Respirasi. Jakarta Timur: Trans Info Media.
Yusuf, N. G., & Dani. (2011). Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penderita Tuberkulosis Terhadap Ketidakpatuhan dalam Pengobatan Menurut Sistem DOTS. Maranatha Respiratory Sistem.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




