PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN SEMESTER II DAN IV STIKES TANA TORAJA TAHUN 2018

  • Yusan Pebebang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Ludia Banne Allo Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Novayanti Kambuno Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
Keywords: Senam Otak, Konsentrasi Belajar

Abstract

Kesulitan berkonsentrasi banyak dialami mahasiswa terutama dalam proses pembelajaran di Kampus. Masalah yang banyak ditimbulkan dari kesulitan berkonsentrasi ini adalah turunnya prestasi belajar. Senam otak merupakan salah satu metode yang berkaitan dengan aspek jasmani, mudah dilakukan, hemat biaya dan secara teoritis efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Senam Otak Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Program Studi SI Keperawatan Semester II Dan IV STIKES Tana Toraja.

Desain penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen Design dengan rancangan randomized pretest-posttest control group design, penelitian ini dilakukan di Kampus STIKES Tana Toraja pada tanggal 30 April sampai 4 Mei 2018 dengan sampel yaitu 43 mahasiswa kelompok intervensi dan 15 mahasiswa kelompok kontrol dengan menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Test Army Alpha. 43 mahasiswa keperawatan semester IV diberikan intervensi senam otak enam kali pertemuan dimana dalam satu hari terdapat dua kali pertemuan sebelum belajar dan setelah perkuliahan. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon dan Mann Whitney.

Hasil pengolahan data dengan menggunakan Uji Wilcoxon pada kelompok intervensi didapatkan nilai p value = 0.000 atau p < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna tingkat konsentrasi pre-test dan post-test setelah diberikan senam otak. Sedangkan hasil perbedaan tingkat konsentrasi belajar kelompok intervensi senam otak dan kelompok kontrol dengan menggunakan Uji Mann Whitney didapatkan hasil nilai p value= 0.000 atau p<0.05 artinya ada perbedaan yang signifikan antara post test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol .

Jadi dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Senam Otak Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Program Studi SI Keperawatan Semester II Dan IV STIKES Tana Toraja. Senam otak dapat direkomendasikan sebagai salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Sehingga disarankan kepada dosen untuk memerikan senam otak sebelum memulai aktifitas perkuliahan kepada mahasiswa agar mahasiswa menjadi lebih rileks.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allo, Olgrid. Algarini. (2014). Pengaruh senam otak terhadap prestasi belajar mahasiswa program studi Diploma III Keperawatan STIKES Tana Toraja. Jakarta: STIK Sint Carolus.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta.
Azmi, A. (2017). Pengaruh senam otak terhadap Konsentrasi belajar remaja Di smp darul maarif padang Tahun ajaran 2016/2017.
Dennison, P. E., & Dennison, G. E. (2008). Brain gym,Senam otak buku panduan lengkap Edisi Indonesia. Jakarta: PT Grasindo
DePorter, Bobby dan Hernacki, Mike. (2009). Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung : Kaifa
Franc, A. Y. (2013). Memaksimalkan Otak Melalui Senam Otak. Yogyakarta: Teranova Books.
Hidayah, N. (2014). Riset Keperawatan. Makassar: Alauddin University Press.
Ikbal, Bilwalidayni. (2017). Pengaruh senam otak terhadap konsentrasi belajar mahasiswa keperawatan UIN Alauddin Makassar. 4.
Muhammad, A. (2011). Dahsyatnya Senam Otak. Jogjakarta: DIVA Pess.
Nugroho, W. (2008). Belajar Mengatasi Hambatan Belajar. Surabaya: Prestasi Pustaka.
Polit, D., & Beck, C. (2012). Nursing: Generating and assessing vidence for nersing practice. Ninth edition.
Prasanti, F. D. (2015). Pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negei 16 Suakarta. 1-19.
Purwanto, S., Widyaswati, R., & Nuryati. (2009). Manfaat Senam Otak (Brain Gym) Dalam Mengatasi Kecemasan Dan Stres Pada Anak Sekolah. Jurnal Kesehatan , Vol.2, 81-90.
Rusyan, T. (2012). Pendekatan dalam proses belajar mengajar. Bandung: Remaja rosdakarya.
Sardiman, A. (2008). Interaksi Dan Motivasi Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Siregar, E., & Nara, H. (2015). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Slameto. (2013). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakata: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.
Sunawan. (2009). Diagnosa kesulitan belajar. Semarang: UNNES.
Supriyo. (2009). Studi Kasus Bimbingan Konseling. Semarang: Swadaya Manunggal.
Susila, & Suyanto. (2014). Metode Penelitian Epidemilogi : Bidang Kedokteran. Yogyakarta: Bursa Ilmu.
Susilo, W. (2014). Riset Kualitatif & Aplikasi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.
Surya, H. (2009). Menjadi Manusia Pembelajaran . Jakarta: Gramedia.
Swastika, G. E., & Setiadi. (2015). Efektifitas Senam Otak (Brain Gym) Dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Autis di Terapis Anak Terang Kedung Seroko Surabaya
Thursan, H. (2007). Mengatasi gangguan konsentrasi. Jakarta: Puspa Swara.
Waston, & Kelso. (2014). The Efect Of Brain Gym On Academic Engagement For Children With Developmental Disabilities. International journal of special education , Vol.29.
Gardner, H. (2012). Struktur Otak Manusia. Retrieved Maret Minggu, 2018, from http://www.newsmedical.net/health/the-human-brain.aspx.
Skoring, P. (2014, November). Tes Army Alpha. Retrieved Maret 27, 2018, from www.alatpsikologi.blogspot.com/2014/11/tes-army-alpha
Published
2023-12-07
How to Cite
Pebebang, Y., Banne Allo, L., & Kambuno, N. (2023). PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN SEMESTER II DAN IV STIKES TANA TORAJA TAHUN 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 8(1), 60-69. https://doi.org/10.56437/jikp.v8i1.137

Most read articles by the same author(s)