Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Mekanisme Koping Pada Lansia Di Lembang Benteng Ka’do Kecamatan Kapalapitu Kabupaten Toraja Utara Tahun 2019

  • Yusan Pabebang
  • Yahya Handayani Mangapi
  • Piter Kelong
Keywords: Jenis Kelamin, Pendidikan, Pengetahuan, sosial ekonomi dan Mekanisme Koping Lansia

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang paling banyak mengalami masalah kesehatan. mekanisme koping merupakan mekanisme yang digunakan individu untuk menghadapi perubahan yang diterima. Mekanisme koping dapat  dipelajari  mulai  awal munculnya stressor sehingga individu menyadari  dampak dari stressor, dan suatu usaha langsung dalam manajemen stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan dan sosial ekonomi dengan mekanisme koping pada lansia. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai bulan Juni 2019. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan kuantitatif  dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel  yang digunakan yaitu purposif sampling. Dengan jumlah sampel 50 responden. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu 28 (56%),  mayoritas pendidikan rendah 42 (84%), pengetahuan tinggi 26 (52%), dan mayoritas sosial ekonomi rendah 42 (84%). Setelah dilakukan ujian analisis dengan menggunakan uji statistik SPSS didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan mekanisme koping pada lansia dengan nilai (p=0,025), pendidikan (p=0,043) pengetahuan (p=0,019) dan sosial ekonomi (p=0,043). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, pendidikan, penetahuan dan sosial ekonomi dengan mekanisme koping pada lansia. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penanganan khusus terhadap lansia yang mengalami stres, serta penelitian lanjut terkait dukungan keluarga dan umur dengan mekanisme koping pada lansia.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Firdaus, dkk. (2009). Hubungan Antara Tekanan Ekonomi Dan Mekanisme Koping Dengan Kesejahteraan Keluarga Wanita Pemetik Teh. Bogor.
Astuti Yuni Nursasi, d. (2002). Koping Lanjut Usia Terhadap Penurunan Fungsi Gerak Di Kelurahan Cipinang Muara Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur . Jakarta Timur : Vol. 6, No. 2, .
Azizah, L. (2011). Keperawatan lanjut usia. Yogyakarta: Graha Ilmu: 1st ed.
Azwar. (2010). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
BPS. (2015). Statistik dan Ekonomi Rumah Tangga Sulawesi Selatan. Makassar.
Budi Artini, M. (2014). Mekanisme koping lansia dalam menghadapi masa pensiun. Ejournal Keperawatan.
Farach, E. F. (2015). hubungan antara dukungan keluarga dengan mekanisme koping pada pasien CA mammae. surabaya: elsera.fi@gmail.com.
Fransiska, d. (2013). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Insomnia pada Lansia di Balai Penyatauan Lansia Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. Manado: UNIV Sam Ratulangi.
Itoh Mutoharoh. (2009). faktor faktor yang berhubungan dengan mekanisme koping klien GGK yang menjalani terapi hemodialisis dirumah sakit umum pusat (RSUP) fatmawati. jakarta.
Juniardi, F. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Lansia Ke Posyandu Lansia Di Puskesmas Batang Beruh Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Medan: FISIP USU.
Kemenkes. (2017). Analisa Lansia di Indonesia. Jakarta Selatan: Pusat Data dan Informasi.
Kuntjoro. (2002). Masalah Kesehatan Jiwa Lansia. Diakses tanggal 11 November 2012. http:/www.e-pisikologi.co.id.
Lutviana dkk. (2017). hubungan mekanisme koping dengan subjective well-being pada lansia di pstw yogyakarta unit budi luhur. yogyakarta: Revisi 20 .
Mardiharini. (2001). Family coping strategies in maintaining welfare during the economic crisis in indonesia . bogor: www.litbang.deptan.com.
Muttaqin, A. (2011). Buku ajar asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem persarafan. Jakarta: Salemba Medikal.
Nauli dkk, F. a. (2014). hubungan tingkat depresi dengan tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari pada lansia. Pekanbaru: Jurna keperawatan Soedirman. vol.9 No 2.
Nevid, dkk. (2009). Psikologi Abnormal edisi kelima jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Nursasi, Y. (2010). Koping Lansia Terhadap Penurunan Fungsi Gerak. Vol. 6 no 2:60 hlm Desember 2002: Makara Kesehan.
O'Brein, P. G. (2014). Keperawatan Kesehatan Jiwa Psikiatrik Teori dan Praktik. Buku Kedokteran EGC.Jakarta.
Rasmun. (2010). Keperawatan Kesehatan Mental Psikiatri Terintegrasi Dengan Keluarga. Jakarta: Pt. Raja Interprata.
Stuart, G. (2013). Principles and Practise of Practise of Psychiatric Nursing.(9th ed), St Louis.Mosby Company.(2013). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Strua. Edisi Bahasa Indonesia Pertama. Buku1 dan 2. Singapure:Elsevir.
Triyanto E. (2010). Hubungan antara dukungan suami dengan mekanisme koping istri yang menderita kista ovarium di Purwokerto. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing).
Umi Nadziroh. (2016). hubungan efikasi diri dengan mekanisme koping pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2. dipoli penyakit dalam RSUD dr. haryato lumajang.
Utari, A. (2012). Usia Harapan Hidup Tinggi Jumlah Lansia Makin Membengkak. Harian Terbit. Diundu Dari www.Harianterbit.com/usia-harapan-hidu
Published
2022-06-06
How to Cite
Pabebang, Y., Handayani Mangapi, Y., & Kelong, P. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Mekanisme Koping Pada Lansia Di Lembang Benteng Ka’do Kecamatan Kapalapitu Kabupaten Toraja Utara Tahun 2019. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 6(2), 157-169. https://doi.org/10.56437/jikp.v6i2.68
Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 > >>